Istilah motivasi bukanlah hal yang asing bagi kita, karena motivasi adalah sesuatu yang tidak tampak, tapi keberadaannya sangat menentukan dalam menunjang keberhasilan seseorang dalam mencapai suatu tujuan.
Dari Istilahnya, Motivasi berasal dari bahasa latin, yaitu movere yang dalam bahasa inggris berarti to move adalah kata kerja yang artinya “menggerakkan“. Maka beberapa ahli mendefinikan motivasi sebagi proses dalam diri, yang menciptakan tujuan dan memberikan energi bagi perilaku seseorang.
Hal tersebut dapat diartikan bila seseorang tertarik pada serangkaian tujuan, secara timbal balik memberikan motivasi pada orang tersebut untuk mencapai tujuannya. Seorang pendidik adalah motivator dan fasilitator bagi siswanya atau muridnya, sehingga dalam tugasnya dituntuk untuk mampu menciptakan suasana kondusif yang dapat memotivasi murid untuk menguasai materi dan khususnya untuk mencapai tujuan dari murid tersebut.
Namun ada kalanya niat baik motivator berdampak buruk pada orang yang diberi motivasi, bila hal itu dilakukan dengan cara yang menyinggung perasaan yang diberi motivasi.
Sebagai contoh, bila seorang guru hendak memotivasi murid yang kurang disiplin dengan memberikan teguran atau hukuman dengan cara memalukan murid tersebut didepan teman-temannya, memojokkan, dan merendahkannya, hasilnya bukan meningkatkan kedisiplinan dan prestasi, melainkan perasaan dendam dan sakit hati.Hal ini disebut juga dengan Demotivasi.
Demotivasi adalah lawan dari motivasi, yaitu stimulus yang justru menahan dilakukannya perbuatan tersebut, Menurut maslow, dalam hierarki kebutuhan manusia, dapat kita temukan bahwa seseorang dalam hidupnya butuh terpenuhinya kebutuhan dasar seperti makan, minum, dan rasa aman.
Dalam hal ini demotivasi terjadi karena manusia tidak merasa terpenuhi salah satu kebutuhan dasarnya, yaitu rasa aman. hal ini juga bisa terjadi dalam dunia kerja, tak jarang seorang atasan memperlakukan bawahan seperti pembantu tanpa melihat apakah bawahan suka atau tidak, hal ini yang memicu penurunan produktivitas kerja dan lebih parah lagi memicu bawahan untuk keluar dari pekerjaannya, padahal bawahan tersebut memiliki potensi yang sangat berguna bagi perusahaan. sayang bukan..??
Nah buat kita sebagi manusia yang di anugerahi otak untuk berfikir (kemuliaan berfikir), kita semua juga bisa memotivasi diri sendiri sebelum di motivasi oleh orang lain, karena kita adalah makhluk mulia yang dianugerahi berbagai macam kemuliaan.
Popularity: 69% [?]











