Gak kerasa hari ini sudah tanggal 8 April 2009, yang berarti masa pemilihan calon anggota legislatif tinggal sehari lagi. Masa kampanye damai fase pertama yang berlangsung selama hampir 2 minggu meninggalkan banyak hal baik yang positif maupun negatif.
Kalo kita mengacu pada lembaga riset yang banyak mengumumkan hasil riset mereka pada masa kampanye, banyak yang gagal membangun komunikasi politik terhadap masyarakat.Akibatnya presentase para pemilih yang belum menentukan pilihannya sangat tinggi.
Kalo kita lihat hasil riset dari Reform Institute, sekitar 22 persen pemilih di Jawa belum memiliki pilihan partai saat pelaksanaan pemilu nanti. Sementara itu, sebanyak 62,73 persen pemilih menyatakan sudah memiliki partai dan 12,13 persen menyatakan akan golput.
Dilihat dari segi sebarannya, responden yang mengaku belum memiliki pilihan partai plitik sebagian besar adalah di Banten sekitar 35,16 persen, kemudian disusul DIY sebesar 32,5 persen, Jawa Barat sekitar 25,68 persen, Jawa Tengah sekitar 23,32 persen, dan Jatim sekitar 23,61 persen.
Nah komitmen kampanye damai para partai pemilu pun patut diragukan setelah hasil pemilihan umum diumumkan, karena potensi konflik dalam pemilu 2009 sangat besar, kenapa demikian, kalo kita mengacu pada Peraturan KPU Nomor 15 Tahun 2009 terdapat sejumlah kelemahan, terutama tentang tentang pedoman teknis penetapan perolehan kursi dan calon anggota DPR, DPD, DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota terpilih.
Ketentuan yang memungkinkan penetapan calon terpilih berdasarkan usul pimpinan pusat parpol dalam hal terdapat dua atau lebih calon anggota DPR memperoleh suara sah yang sama di sebuah daerah pemilihan tertentu. Ketentuan tersebut dinilai tidak sejalan dengan prinsip suara terbanyak dalam penetapan calon terpilih.
Mestinya, penetapan calon terpilih didasarkan pada sebaran perolehan suara. Nah ini yang akan memunculkan banyak konflik, karena dilihat dari pengalaman yang ada kurangnya kebesaran hati untuk menerima kekalahan sangat sering kita dengar di negeri ini.
Sementara itu praktek “Money Politics” pun sudah banyak terjadi, apalagi menjelang hari pencontrengan, mungkin akan terjadi yang namanya “serangan fajar”. Jadi kita hanya berharap, siapapun yang menang, jangan sombong, dan yang kalah harus menerima kenyataan, jangan malah memprovokasi untuk terjadinya konflik, ataupun malah masuk rumah sakit jiwa.
So..Tentukan pilihan anda besok..mau Mencontreng, Mencoblos atau Tidur, terserah anda…yang penting anda tahu bahwa besok adalah hari yang akan menentukan para wakil rakyat yang akan duduk mewakili kita, dan menyalurkan aspirasi kita. Kesalahan 5 menit dalam bilik suara akan menyebabkan kesalahan dalam 5 tahun yang akan kita lalui untuk menuju pemilu berikutnya.
Anda Bingung memilih? Atau Gak yakin..?? Tinggalkan Komentar anda….
Popularity: 55% [?]












Saya berharap juga mas, yang kalah bisa menerima kekalahannya, jika tidak, wah berabe nih
Semoga pemilu kali ini bisa berjalan dengan damai
Pondokku
orang MEDAN yang sakit di RS pringadi aja gak dapat hak suara, aku asli yang masuk 12persennya mas
hallo teman…saya mau bilang sesutu ni,,,iklan google,,kalau ada tulisan ‘”Iklan Layanan Masyarakat oleh Google ” di bawahnya berarti iklan anda itu gak berpungsi teman,,bila diklikpun gak bakal masuk dollarnya,,coba teman buat tulisan bahasa inggris barang 1 judul aja,,masukkan ilkan googlenya..setelah terbaca seperti ini ” ADS by google” maka boleh aja masukkan tulisan indo.oh ya,,saya sudah klik iklan kumpul blogger anda,,jadi kaliklah satu aja iklan google saya ya??thanks
pengennya sih nyontreng bang. tapi gak tau nich KBRI untuk malaysia kok aneh ya.. banyak nama-nama warga indonesia di malaysia yang ternyata gak terdaftar. padahal legal loh..walhasil banyak dari kami yang nggak bisa ikutan milih.. hikshikshiks
@Erik9492:yah semoga aman dan damai mas
@advintro:yah banyak yang ngalamin mas, kerja KPU sekarang katanya malah lebih parah
@maksum: makasih sarannya mas..saya sudah klik google adsennya..makasih dah klik iklan saya
@dwina:KBRI malaysia emang terkenal males mbak, banyak temen saya yang kerja dsana jg gak bisa milih, saya juga dulu pernah sebel pas ngurus kerjaan di kbri malaysia…
Maaf neh, tapi saya memilih untuk tidak memilih ….., lagipula saya musti kerja juga di hari pemilu.