Hari ini tanggal 8 juli 2009 menjadi salah satu hari yang bersejarah dan ikut menentukan arah dan tujuan bangsa Indonesia dalam 5 tahun kedepan, karena hari ini kita mengikuti salah satu proses pemilihan presiden Indonesia untuk tahun 2009 - 2014 dengan cara mencontreng, setelah bertahun tahun istilah coblos menjadi bagian dari demokrasi kita.
Siapapun yang menang kita berharap dialah presiden yang terbaik, yang bisa mengayomi dan melindungi rakyat, bekerja untuk kepentingan rakyat, dan yang terpenting menyelesaikan masalah yang dihadapi bangsa ini untuk kesejahteraan rakyat. Karena di saat sekarang ini banyak ancaman baik dari dalam maupun dari luar, selain krisis ekonomi global yang kita hadapi, Indonesia juga masih harus menyelesaikan kasus ambalat.
Pemilihan presiden sekarang ini merupakan bagian dari demokrasi yang menjadi hak rakyat untuk menentukan nasib bangsa ini, karena ini kali kedua pemilihan presiden dipilih langsung oleh rakyat. Semoga dalam pemilihan presiden kali ini berjalan lebih demokratis, siapapun yang menang itulah yang terbaik pilihan rakyat, dan siapapun presidennya kita harus menghormatinya dan bersama sama menghadapi pihak pihak yang ingin mengancam proses demokrasi di negeri ini.
Yang diperlukan sekarang adalah strategi untuk membangun kekuatan bersama-sama untuk melawan konspirasi yang melibatkan politisi-politisi busuk yang sudah menjalin kekuatan dengan menggunakan institusi-institusi penegak demokrasi.
Istilah “demokrasi” berasal dari Yunani Kuno yang diutarakan di Athena kuno pada abad ke-5 SM. Negara tersebut biasanya dianggap sebagai contoh awal dari sebuah sistem yang berhubungan dengan hukum demokrasi modern. Namun, arti dari istilah ini telah berubah sejalan dengan waktu, dan definisi modern telah berevolusi sejak abad ke-18, bersamaan dengan perkembangan sistem “demokrasi” di banyak negara.
Kata “demokrasi” berasal dari dua kata, yaitu demos yang berarti rakyat, dan kratos/cratein yang berarti pemerintahan, sehingga dapat diartikan sebagai pemerintahan rakyat, atau yang lebih kita kenal sebagai pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Konsep demokrasi menjadi sebuah kata kunci tersendiri dalam bidang ilmu politik. Hal ini menjadi wajar, sebab demokrasi saat ini disebut-sebut sebagai indikator perkembangan politik suatu negara.
Demokrasi menempati posisi vital dalam kaitannya pembagian kekuasaan dalam suatu negara (umumnya berdasarkan konsep dan prinsip trias politica) dengan kekuasaan negara yang diperoleh dari rakyat juga harus digunakan untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.
Demokrasi adalah bentuk atau mekanisme sistem pemerintahan suatu negara sebagai upaya mewujudkan kedaulatan rakyat (kekuasaan warganegara) atas negara untuk dijalankan oleh pemerintah negara tersebut.
Salah satu pilar demokrasi adalah prinsip trias politica yang membagi ketiga kekuasaan politik negara (eksekutif, yudikatif dan legislatif) untuk diwujudkan dalam tiga jenis lembaga negara yang saling lepas (independen) dan berada dalam peringkat yg sejajar satu sama lain. Kesejajaran dan independensi ketiga jenis lembaga negara ini diperlukan agar ketiga lembaga negara ini bisa saling mengawasi dan saling mengontrol berdasarkan prinsip checks and balances.
Belajar demokrasi tidak cukup hanya berhitung tahun demi tahun, tetapi bagaimana dalam setiap tahun itu masyarakat diajak untuk berperan dan membangun euphoria kebangsaan tidak saja sebagai patron politis belaka tetapi lebih pada bagaimana nasionalisme tumbuh tidak hanya sebagai wujud pengejawantahan patriotism modern tetapi menjadi ajang aktualisasi demokrasi ala “Indonesia” dalam kebhinekaan yang semakin matang.
Sekat idelogi, ras dan kultur tidak lagi menjadi alat politisasi massa tetapi menjadi bekal untuk menunjukkan semakin dewasanya masyarakat bangsa dalam berdemokrasi.
Popularity: 8% [?]












Aduh sekarang mah jadi politikus hihi eh aku mau ngasih tahu komenmu itu sering banget masuk akismet kalau ke blog ku, meskipun akismetnya udah diajarin tetp aja bandel
Balisugar´s last blog ..Blog ku oh WordPress
koq bisa ya tehh..sentimen kali yah..hehe..gak ah males jadi politikus..takut ah..
oslo tea´s last blog ..Demokrasi : Yang Terbaiklah Yang Menang